Upaya ganti rugi terhadap pembakaran barang dagangan milik pedagang asongan di Pelabuhan Yos Soedarso Ambon, beberapa waktu lalu masih menemui jalan buntu.
Ambon, AE- Upaya ganti rugi terhadap pembakaran barang dagangan milik pedagang asongan di Pelabuhan Yos Soedarso Ambon, beberapa waktu lalu masih menemui jalan buntu.
Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (HMI) Cabang Ambon yang selama ini menjadi mediator antara pedagang asongan dengan PT Pelindo menolak keras kehadiran anggota POMDAM XVI Pattimura untuk dilibatkan dalam dialog berasama nanti.
Sementara itu General Manager PT Pelindo Surya Batubara tetap menghendaki adanya campur tangan POMDAM XVI Pattimura untuk menyelesaikan masalah dimaksud. Alasannya, anggota POMDAM sendiri sudah lebih awal dilibatkan dalam tim penertiban. Sehingga dianggap wajar jika dilibatkan lagi hingga pada tingkat penyelesaian.
‘’Keterlibatan POM ini lebih pada keikutsertaan mereka dalam tim penertiban beberapa waktu lalu. Bukan campur dalam pembahasan tuntutan yang sampaikan. Inikan harus melewati proses pembahasan semua pihak baru kita bisa ambil keputusan,” jelas Batubara, kepada Koran ini kemarin.
Alasan penolakan terhadap anggota POMDAM XVI Pattimura, HMI berpendapat sudah sejak awal POMDAM tidak termasuk dalam penandatanganan kesepakatan antara pedangan dengan Pelindo.
Mestinya Pelindo cukup melibatkan ketiga unsur terkait yang terlibat langsung dalam penandatanganan kesepakatan awal yang terdiri dari pedagang, Pelindo dan KPPP, bukan POM yang sama sekali tidak punya kewenangan terhadap hal ini. Kalaupun tetap dipaksakan patut dicurigai bahwa untuk menyelesaikan masalah tersebut PMDAM XVI Pattimura dijadikan tameng oleh Pelindo untuk menghadang aspirasi rakyat kecil.
‘’Saya tegaskan kalau kehadiram POMDAM tetap dipaksakan, kami dari HMI tidak akan mengikuti pertemuan itu,” tegas Arista Junaidi, Sekertaris Umum HMI Cabang Ambon kepada koran ini kemarin, (1/9).
Sikap yang di tunjukan Pelindo sama sekali tidak mencerminkan kedewasan. Padahal kawasan pelabuhan menjadi kewenangan penuh pihak Pelindo bukan POMDAM XVI Pattimura. “Ini kan terkesan cuci tangan. Pelindo sengaja mengalihkan masalah ini agar tidak langsung berhubungn dengan pedagang malainkan dengan POMDAM XVI Pattimura,” katanya.
Sebelumnya ada pertemuan dengan Pelindo pada Senin (1/90), di Kontor PT Pelindo, namun terjadi ketegangan lantaran Pelindo menolak untuk melakukan kordinasi dengan pedagang asongan yang berlokasi di kantor Pelindo. Lantaran ada ketakutan sehingga pertemuan dialihkan ke Ruang Tunggu VIP Pelabuhan Yos Soedaerso Ambon yang dihadiri anggota POMDAM XVI Pattimura. (sumber : ambon ekspress-M10)
Tinggalkan sebuah Komentar
Belum ada komentar.
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

